DEN BAGUS E
Buat: den bagus e
Den, kamu ingat ketika dulu kita menikmati si hitam pekat berdua. Masih ingatkah kamu. Waktu itu kau cerita banyak hal, tentang kehidupan keluargamu, tentang teman-temanmu di rumah, tentang teman-teman PPL mu, tentang teman-teman KKN mu, tentang kehidupan asmaramu.
Den, aku masih ingat jelas ceritamu waktu itu. Kau bilang keluargamu masih menjunjung tinggi adat lama itu. Dimana jodoh ditentukan oleh orang tua. Kau cerita mengenai kakak-kakakmu yang dinikahkan dengan orang yang tidak iya cintai. Waktu itu kau bilang itu adalah pertama kalinya kau melihat kakakmu menangis sampai matanya memerah. Kau juga cerita mengenai kakak pertamamu yang pisah dengan suaminya karena ketidak cocokan.
Den, waktu itu kau juga cerita mengenai kehidupan asmaramu. Kau bilang kau tidak bisa berkata "tidak" pada orang lain. Kau lebih suka sakit hati daripada menyakiti hati orang lain.
Kau bilang waku itu dengan mata berkaca-kaca. Aku ingat betul, hari itu hari Selasa pukul delapan malam di bliz cafe. Waktu itu, kau juga bilang kalau kau mungkin akan di situ untuk dua tiga cangkir lagi kopi pekat ketika ku beranjak ke tempat lain.
Buat: den bagus e
Den, kamu ingat ketika dulu kita menikmati si hitam pekat berdua. Masih ingatkah kamu. Waktu itu kau cerita banyak hal, tentang kehidupan keluargamu, tentang teman-temanmu di rumah, tentang teman-teman PPL mu, tentang teman-teman KKN mu, tentang kehidupan asmaramu.
Den, aku masih ingat jelas ceritamu waktu itu. Kau bilang keluargamu masih menjunjung tinggi adat lama itu. Dimana jodoh ditentukan oleh orang tua. Kau cerita mengenai kakak-kakakmu yang dinikahkan dengan orang yang tidak iya cintai. Waktu itu kau bilang itu adalah pertama kalinya kau melihat kakakmu menangis sampai matanya memerah. Kau juga cerita mengenai kakak pertamamu yang pisah dengan suaminya karena ketidak cocokan.
Den, waktu itu kau juga cerita mengenai kehidupan asmaramu. Kau bilang kau tidak bisa berkata "tidak" pada orang lain. Kau lebih suka sakit hati daripada menyakiti hati orang lain.
Kau bilang waku itu dengan mata berkaca-kaca. Aku ingat betul, hari itu hari Selasa pukul delapan malam di bliz cafe. Waktu itu, kau juga bilang kalau kau mungkin akan di situ untuk dua tiga cangkir lagi kopi pekat ketika ku beranjak ke tempat lain.
Komentar
Posting Komentar