Langsung ke konten utama

Hai, Kamu yang jauh di mato pun jauh di hati


Kau salah, Tuan
Kopiku jauh lebih mahal dari gincu dan pupur di wajahku
Sehari tanpa perias wajah aku mampu, tapi sehari tanpa serbuk hitam yang akan mengepul ketika diseduh itu rasanya mau mati
Telah kau sangsikan, aku sudah terlalu candu dengannya
Tuan, tubuhku terlalu sakau jika sedetik saja tak mencium arum kepulnya
Tapi Tuan, secandu-candunya serbuk itu di tubuhku
Candumu melebihi itu
Bahkan, bukan hanya september oktober november desember yang terkena guyuran rindu tapi september oktober november desember kemudian januari februari maret april mei juni juli lalu agustus dan kemudian kembali lagi ke september, semua terkena guyuran rindu secara merata
Deras, sangat deras
Tuan, jika kau tak keberatan
Bolehlah aku menampung tetes demi tetes air mata api yang kau tuangkan
Tapi sayangnya aku tak sanggup, Tuan
Rintiknya terlalu deras
Ritusnya terlalu sukar dilaksanakan
Tapi, Tuan
Jika kau tak keberatan
Bolehlah aku merapalmu pada sesudah dan menjelang terjaga

                (TA. 27/11/17)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Novel Para Priyayi karya Umar Kayam

PARA PRIYAYI SINOPSIS Wanagalih adalah sebuah ibukota kabupaten. Kota itu lahir sejak pertengahan abad ke-19. Di kota itu Lantip sering teringat akan Mbah guru Sastrodarsono  yang selalu memberikan nasihat pada seisi rumah setiap kali ia pulang dari pertemuan pagi.Pada waktu hari semakin terang iring-iringan penjual berbagai dagangan semakin ramai menuju pasar, suara “cring-cring-cring” dari dokar yang ditarik kuda semakin sering dan bising pertemuan para pensiunan itu akan bubar, masing-masing akan pulang ke rumah untuk menyeropot kopi panas, mengganyang pisang goreng dan ubi rebus untuk kemudian disusul dengan mandi pagi dengan air hangat dan istirahat tidur atau duduk di kursi goyang. Lantip, nama aslinya adalah Wage karena lahir pada hari Sabtu Wage. Nama Lantip itu adalah sebuah nama pemberian dari keluarga Sastrodarsono saat Lantip  tinggal di keluarga itu, yaitu di jalan Satenan di kota Wanagalih. Sebelumnya Lantip tinggal bersama Emboknya Desa Wanalawas yang han...

FOKLOR ~ Misteri dibalik Cerita Bukit Gombel Semarang

KAWASAN GOMBEL DAN MISTERI DISEBALIKNYA Bila ke kota Semarang dari arah selatan, kita akan melewati daerah Gombel. Nama Gombel menurut sejarah muncul saat Kiai Pandan Aran berziarah di sebuah makam di Gunung Jabalkat. Tokoh yang kini namanya diabadikan untuk sebuah jalan protokol di kota Semarang itu, melewati tanjakan terjal dan curam saat akan berziarah. Pada waktu itu tanjakan Gombel konon sulit untuk dilewati karena permukaannya yang berbukit. Namun sampai saat ini, belum ada petunjuk yang menjelaskan sebab pemberian nama Gombel itu. Saat zaman penjajahan, seorang Doktor Belanda, Dr.W.T. de Vogel mengusulkan pada pemerintah Belanda untuk mengembangkan daerah Semarang Selatan. Sebab saat itu pengembangan kota Semarang oleh Belanda hanya bagian utara dan sekitarnya. Sedangkan daerah selatan adalah daerah perbukitan yang kurang terjamah. Rencana pembangunan itu ditentang oleh masyarakat asli Tionghoa kota Semarang. Pasalnya, di wilayah Gunung Jabalkat yang kini dikenal ...

naskah drama

FAJAR SIDDIQ KARYA EMIL SANOSSA PARA PELAKU: MARJOSO SERSAN AHMAD H. JAMIL ZULAECHA Sebuah markas gerilya, terlihat sebuah ruangan, satu pintu, satu jendela sel, meja tulis dan dua kursi dan satu bangku, peti mesiu, helm dan ransel tergantung. Suasana: malam hari, keadaan sepi, tegang, jauh-jauh masih terdengar letusan tembakan dan iring musik sayup-sayup instrumental Gugur Bunga , kemudian muncul Marjoso membawa surat, kemudian duduk membaca. Muncul seorang sersan. 1. MARJOSO : Jadi, sudah terbukti dia bersalah. 2. SERSAN : Ya, Pak. 3. MARJOSO : Tidak berdasarkan kira-kira saja? 4. SERSAN : Bukti-bukti telah cukup mengatakan, dan mereka menuntut eksekusi dapat dijalankan sebelum fajar.